Transformasi Pendidikan Tinggi: Fakultas Teknik UMRI Sempurnakan Kurikulum Berbasis OBE
Pekanbaru, 7 Agustus 2025 — Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) menggelar Bimbingan Revisi Kurikulum Penerapan Outcome-Based Education (OBE) Part 2 selama dua hari, Rabu–Kamis, 6–7 Agustus 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Lantai 3 Gedung Rektorat UMRI, Jalan Tuanku Tambusai Ujung, Pekanbaru, dengan menghadirkan narasumber nasional di bidang pengembangan kurikulum OBE, Bapak Munajat Tri Nugroho, S.T., M.T., Ph.D.
Acara ini diikuti oleh seluruh dosen dari empat program studi di lingkungan Fakultas Teknik, yaitu D3 Mesin Otomotif, S1 Teknik Mesin, S1 Teknik Industri, dan S1 Teknik Kimia. Kehadiran penuh para dosen ini menjadi bukti keseriusan Fakultas Teknik dalam menyempurnakan kurikulum agar selaras dengan standar nasional dan internasional, sekaligus memenuhi kebutuhan dunia kerja.

Acara dibuka secara resmi dengan sambutan dari Wakil Rektor I UMRI, Dr. Wirdati Irma, S.Pd., M.Si. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi konsistensi Fakultas Teknik dalam melanjutkan bimbingan kurikulum OBE dari tahap awal hingga tahap lanjutan. “Kegiatan ini adalah investasi jangka panjang bagi kualitas lulusan kita. Penerapan OBE memastikan bahwa setiap mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengaplikasikan ilmu dan keterampilan sesuai tuntutan industri dan masyarakat,” ujarnya.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Ir. Indra Hasan, S.T., M.T., IPU. Ia menegaskan bahwa revisi kurikulum berbasis OBE bukan sekadar pembaruan dokumen, melainkan perubahan paradigma dalam proses pendidikan. “OBE menuntut setiap mata kuliah berkontribusi langsung pada pencapaian capaian pembelajaran lulusan (Program Learning Outcomes / PLO). Oleh karena itu, keterlibatan seluruh dosen sangat penting untuk memastikan kurikulum benar-benar terintegrasi, terukur, dan relevan,” jelasnya.
Dalam sesi materi, Bapak Munajat Tri Nugroho memberikan pemahaman mendalam tentang strategi penerapan OBE yang efektif. Ia menekankan bahwa OBE bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan mendasar agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan adaptif. “OBE adalah sistem yang memulai proses perancangan pembelajaran dari hasil akhir yang ingin dicapai. Artinya, kita harus terlebih dahulu menetapkan kompetensi yang jelas, lalu merancang seluruh pengalaman belajar mahasiswa agar mengarah pada pencapaian kompetensi tersebut,” terangnya.

Beliau juga mengajak seluruh dosen untuk aktif dalam menyelaraskan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL), Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), bahan kajian, dan metode evaluasi. “Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang hidup—selalu menyesuaikan perkembangan ilmu, teknologi, dan kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Selama dua hari bimbingan, peserta terlibat dalam diskusi kelompok, simulasi penyusunan matriks CPL–CPMK–bahan kajian, serta penyusunan rencana pembelajaran yang selaras dengan OBE. Setiap program studi mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan rancangan kurikulum hasil revisi, yang kemudian diberikan masukan langsung oleh narasumber.

Kegiatan ini merupakan lanjutan dari Part 1 yang telah dilaksanakan 18 Juli 2025 lalu yang sebelumnya membahas dasar teori OBE. Pada Part 2 ini, fokus diarahkan pada penerapan praktis dan penyempurnaan dokumen kurikulum yang siap diimplementasikan mulai tahun akademik mendatang. Dengan berakhirnya kegiatan ini, Fakultas Teknik UMRI menargetkan penerapan penuh OBE untuk mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing tinggi di tingkat nasional maupun global.