Monthly Archives: October 2018

UMRI Berikan Award Kepada Peserta KKN 2018

UMRI-Universitas Muhammadiyah Riau memberikan penghargaan kepada peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2018. kegiatan yang ditaja oleh LP2M UMRI ini memberikan Award dengan kategori Posko Menyedihkan yang diberikan kepada kelompok 2 Desa Pulau Kedundung dan kelompok 23 Kampung Sungai Geringging, sebaliknya Kategori Posko Termewah diraih oleh kelompok 26 Desa Jambai Makmur.

Selanjutnya, Kelompok Terisolir yang diberikan kepada kelompok Kelurahan Balai Raja. sementara kategori kelompok luar kota terbaik I dianugerahkan kepada kelompok 23 Desa Libo Jaya, terbaik II kelompok 4 Desa Seberang Taluk, dan terbaik III Kelompok 6 Desa Petapahan Gunung Toar. Sedangkan untuk kategori terbaik dalam kota, terbaik I diberikan kepada kelompok 3 Kelurahan Air Dingin, terabaik II kelompok 13 Kelurahan Bambu Kuning, dan terbaik III Kelompok 2 Kelurahan Simpang Tiga.

Selain itu kegiatan yang dilaksanakan Sabtu malam tanggal 27 Oktober 2018 itu juga memberikan Anugerah kepada Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Terbaik. untuk kategori DPL  Terbaik Dalam Kota diraih oleh Zayyinul Hayati Zen, S.T., M.T  dan DPL Terbaik Luar Kota diraih oleh Satriardi, S.T., M.Eng. keduanya merupakan Dosen Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Riau.

Ridha Fauzi selaku ketua LP2M UMRI menerangkan bahwa, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan KKN yang sudah dilaksanakan beberapa bulan yang lalu, yang mana mahasiwa yang mengikuti KKN ini mencapai 930 orang dari 7 Fakultas yang disebar ke 58 Desa/ Kelurahan  di Provinsi Riau. pada kesempatan yang sama Dr. H. Mubarak M.Si yang merupakan Rektor UMRI menyatakan KKN ini sebagai ajang belajar untuk bersosialisasi dengan masyarakat, dengan harapan kedepan mahasiswa bisa bersosialisasi dengan baik ditengah-tengah masyarakat.

Dalam kegiatan yang dibalut dengan penampilan-penampilan seni dan Budaya yang begitu meriah itu, turut hadir pula  Prof, Dr.H. M. Noer Rochman, Hadjam, SU dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah, beliau sangat mengapresiasi kegitan tersebut karena dapat meningkatkan semangat mahasiswa untuk memberikan dan mempersembahkan yang terbaik selama KKN kepada masyarakat. (atra)

285 Orang Mahasiswa UMRI di Wisudakan

Sabtu tanggal 27 Oktober 2018 menjadi hari bahagia bagi 285 orang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau dan segenap keluarga besar Akademika Universitas Muhammadiyah Riau. Pagi pukul 06.30 wib Kampus kebanggaan masyarakat Riau itu sudah didatangi ramai orang yang tampak sumringah menghadiri acara yang dinantikan setiap mahasiswa yang melaksanakan studi di perguruan tinggi.

Pada hari itu kampus yang lebih sering disingkat UMRI ini mewisudakan sebanyak 285 orang yang dinyatakan berhak untuk menyandang gelar Ahli Madya dan Sarjana yang berasal dari 7 Fakultas yang ada di kampus UMRI, diantaranya adalah

Fakultas Teknik. Fakultas Teknik melahirkan para Ahli Madya dan Sarjana sebanyak 32 orang yang siap berpartisipasi ditengah-tengah masyarakat. dari 32 orang terasebut sebanyak 5 orang dinyatakan Cumlaude, 4 orang dari Teknik Industri atas nama  Agus Mulyadi, Muhammad Kamil, Budi Gunawan, dan Intan Cahyani, 1 orang dari Prodi Teknik Mesin atas nama Audra Utari.

Pada acara yang berjalan khidmat itu berkesempatan hadir tamu-tamu VIP yang diundang oleh penyelenggara, diantaranya Gubernur Riau yang diwakili oleh Kepala Balitbang Prov. Riau, LL Dikti Wilayah X yang langsung dihadiri oleh Bapak  Prof. Dr. Heri, MBA, Majelis DiktiLitbang PP Muhammadiyah Prof. Dr. Noer Rochman Hadjnam, SU, Kopertais Wilayah XII, PW Muhammadiyah Riau, BPH UMRI, PW Aisyiyah Riau, Rektor dan Ketua Perguruan Tinggi di Pekanbaru, serta dari unsur TNI dan Kepolisian Republik Indonesia.

pada kesempatan yang sama, Agus Mulyadi yang merupakan Mahasiswa Fakultas Teknik  yang memperoleh IPK 3.90 dan dinyatakan Cumlaude  dari Fakultas Teknik mewakili seluruh mahasiswa UMRI untuk menyampaikan Kesan dan Pesan Wisudawan dihadapan Orang tua dan tamu undangan yang hadir.

Lulusan UMRI ini sangat diharapkan dapat menelurkan karya-karya yang dapat membantu masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, serta ilmu yang selama ini diperoleh bisa menjadi modal utama untuk di implementasikan secara baik.

By : Leni WK dan Atra